Greeting

Selamat datang di Blog Humas SMP Negeri 11 Depok .....
Alamat : Jalan Murbai Komplek Sukatani Permai Kecamatan
Tapos - Kota Depok
Telepon : (021) 874 0148

Visi-Misi

VISI DAN MISI SMP NEGERI 11 DEPOK

VISI:

UNGGUL DALAM PRESTASI BERDASARKAN IMAN DAN TAQWA SERTA PEDULI LINGKUNGAN HIDUP

MISI:

1. Meningkatkan Keunggulan sekolah dalam bidang akademik dan non akademik

2. Meningkatkan prestasi melalui proses belajar mengajar yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

3. Meningkatkan profesionalisme guru dalam mendidik.

4. Meningkatkan dedikasi dan kedisiplinan seluruh warga sekolah

5. Meningkatkan kedisiplinan dalam melaksanakan kewajiban umat beragama

6. Menciptakan lingkungan sekolah yang asri dan nyaman

7. Mewujudkan Kerjasama yang harmonis antar warga sekolah dan masyarakat

8. Mewujudkan Sekolah Berbudaya Lingkungan

9. Menciptakan sekolah yang peduli lingkungan melalui 3 R, drainase, dan MCK sehat.

Fish

Thursday, April 4, 2013

SMP Negeri 11 Depok Menuju Sekolah Adiwiyata



SMP Negeri 11 Depok Menuju Sekolah Adiwiyata
Oleh
Dra. Ety Kuswandarini, M.Pd (Guru SMPN 11 Depok)
Kata ADIWIYATA berasal dari 2 kata Sansekerta “ADI” dan “WIYATA”. “ADI” mempunyai makna : besar, agung, baik, ideal atau sempurna. WIYATA mempunyai makna : tempat di mana seseorang mendapat ilmu pengetahuan, norma dan etika dalam berkehidupan sosial. Jadi, ADIWIYATA mempunyai pengertian atau makna : Tempat yang baik dan ideal dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup kita dan menuju kepada cita-cita pembangunan berkelanjutan. Adapun tujuan program Adiwiyata adalah mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Untuk mencapai tujuan program Adiwiyata,ada empat indikator dalam penilaian Adiwiyata tahun 2013, yakni pengembangan kebijakan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan, pengembangan pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan, pengembangan kegiatan Lingkungan  berbasis partisipatif. Lalu, pengembangan dan pengelolaan sarana pendukung Ramah Lingkungan . Nah, sebagai sekolah yang berwawasan lingkungan tingkat kota Depok Tahun 2010 dan juara 2 Tingkat Provinsi Jawa Barat,  apakah SMPN 11 Depok mampu  mewujudkan sekolah Adiwiyata pada bulan Maret 2013 mendatang ?
Program Adiwiyata adalah salah satu program Kementrian Negara Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Dalam program ini diharapkan setiap warga sekolah ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat serta menghindari dampak lingkungan yang negatif. Dalam pelaksanaannya Kementrian Negara Lingkungan Hidup bekerjasama dengan para stakeholder, menggulirkan Program Adiwiyata ini dengan harapan dapat mengajak warga sekolah.
Menumbuhkan budaya peduli lingkungan perlu dilakukan sejak dini, berangkat dari kenyataan inilah, sejak 4 tahun belakangan ini, SMPN 11 Depok, menggulirkan Best PracticeOne tree one Student”, yaitu program satu siswa bertanggungjawab terhadap satu tanaman. Program  lingkungan ini ditujukan untuk mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran siswa untuk melestarikan lingkungan.Hal tersebut dilakukan melalui beberapa  tahap yaitu penanaman, perawatan, dan pemupukan. Yang kesemuanya itu dilakukan oleh siswa dengan penuh kesadaran.
Sudah seharusnya sekolah dijadikan motor penggerak untuk menumbuhkan pendidikan berbasis lingkungan. Tentunya metode-metode pengajarannya disesuaikan dengan sistem yang sudah ada di sekolah, SMPN 11 Depok sudah diajukan ke pusat untuk mengikuti seleksi kegiatan satu ini. Sebagai salah satu program kompetisi sekolah peduli dan berbudaya lingkungan tingkat nasional, salah satu tujuan Adiwiyata tak lain untuk mengurangi dampak negatif efek kerusakan lingkungan di masa mendatang.
Terpilihnya SMPN 11 Depok menuju sekolah Adiwiyata tahun  2013 tak lepas dari komitmen sekolah untuk mengimplementasi kepedulian dan budaya lingkungan di sekolahnya. Memang secara fisik tak ada yang beda ditemukan di sekolah ini, tapi bila ditelusuri ke dalam ternyata ada yang menarik ditemukan. Kepedulian terhadap tanaman di sekitarnya, dengan motto 5 S nya, yang kesemua itu sudah terpatri dalam jiwa siswa sepenuhnya ada 3 B yang menjadi semboyan untuk menuju sekolah adiwiyata 2013, yaitu Be Clean, Be Green dan Be Smart.
Apakah SMPN 11 Depok mampu  mewujudkan sekolah Adiwiyata pada bulan Maret 2013 mendatang ? Jawabannya ada pada diri kita sendiri-sendiri, jika hati kita mau bergerak untuk peduli dengan lingkungan, maka tidak ada yang tidak mungkin. Jika Adiwiyata sudah  kita dapatkan itupun tidak hanya kemenangan yang kita harapkan tapi adanya perubahan perilaku siswa yang mengakar dan membudaya ke hati nurani yang paling dalam dan akhirnya menjadi pembiasaan, yang akan selalu terpatri dalam kehidupannya kelak.  Dan semua ini tidak lepas dari kerjasama berbagai pihak jadi semua pihak berhak mendapatkan poin plus dari program ini. Mari kita laksanakan apa saja yang menjadi kewajiban kita untuk mewujudkan sekolah kita menjadi sekolah Adiwiyata 2013, dengan 3 M, mulai dari yang kecil, dan mulai dari diri sendiri dan mulai dari sekarang.

Hari Air



HARI AIR
Oleh: Dwi kurniati
Tahukah Anda dengan Hari Air Sedunia atau World Day Of Water yang diperingati setiap tanggal 22 Maret setiap tahunnya? Ya, Hari Air Sedunia di tetapkan oleh PBB pada sidang umum ke 47 tanggal 22 Desember 1992 di Rio De Janeiro Brazil. Tujuan dari peringatan ini adalah menyadarkan kita akan pentingnya air bersih dan usaha menyadarkan pengelolaan air bersih yang berkelanjutan.
 

Mungkin pada saat ini kita masih bisa menikmati air bersih dengan cuma - cuma. Tetapi bagaimana kondisi kita saat 20 tahun lagi atau 50 tahun lagi. Apakah kita masih bisa merasakan air bersih lagi. Kita mungkin beranggapan bahwa air yang kita pakai ada terus - menerus dari sumbernya tidak akan habis. Ada fakta seputar air yang menarik mengenai air di bumi ini yaitu jumlah total air yang ada di bumi ini saat ini relatif sama dengan jumlah total air saat bumi tercipta. Jumlahnya memang sama tapi yang berubah adalah bentuknya. Jadi bisa disamakan air yang kita pakai untuk minum saat ini mungkin sama dengan air yang diminum nenek moyang kita.

Berapa jumlah total air yang bisa diminum di dunia ini ?
Menurut data, 70% permukaan bumi kita adalah air. Akan tetapi dari semua air itu 97 % adalah air asin dan sisanya 3% adalah air tawar. Prosentasi air tawar tadi masih dibagi dengan es, air tanah, air permukaan dan uap air. Selain itu, tidak semua air tawar layak untuk diminum. Itu juga belum termasuk air yang tercemar oleh manusia. Dan tidak semua daerah di dunia ini mendapatkan porsi air yang cukup.

Lalu berapa liter kebutuhan kita kepada air ?
fungsi air kepada manusia memang vital. Kita mulai dari bangun pagi hingga tidur lagi tidak terlepas dari kebutuhan akan air. Adapun kebutuhan akan air yaitu untuk minum, mandi, mencuci, wudhu bagi umat muslim, bercocok tanam, segala macam kebutuhan hidup dan pekerjaan pasti membutuhkan air. Silahkan dihitung sendiri jumlahnya. Itu yang dihitung baru kita sendiri. Berapa jumlah penduduk di dunia ini saat ini. Itu baru saat ini lalu bagaimana kebutuhan air untuk 20 tahun mendatang jika pertumbuhan penduduk di dunia ini selalu bertambah.

Mengatasi krisis air bersih. 
Berdasarkan kondisi air ( kualitas maupun ketersediaan ) di Indonesia, potensi sebagai negara yang kaya air tidak mampu menghindarkan Indonesia dari krisis air bersih. Setiap kali musim kemarau tiba berbagai daerah mengalami kekeringan air. Bahkan ketika musim penghujan pun krisis air bersih tetap mengintai lantaran surplus air yang kerap mengakibatkan banjir sehingga sumber air tidak dapat termanfaatkan.

Krisis air bersih membuat sebagian besar penduduk Indonesia mesti mengkonsumsi air yang seharusnya tidak layak minum. United States Agency for International Development ( USAID ) dalam laporannya ( 2007 ), menyebutkan, penelitian di berbagai kota di Indonesia menunjukkan hampir 100 persen sumber air minum kita tercemar oleh bakteri E Coli dan Coliform.
Untuk mengatasi krisis air bersih upaya penyelamatan lingkungan, termasuk di antaranya penyelamatan sumber - sumber air, harus dilakukan secara berkelanjutan. Upaya penyelamatan lingkungan demi mengatasi krisis air bersih dapat dilakukan melalui:

·      Menggalakkan gerakan hemat air.
·      Menggalakkan gerakan menanam pohon seperti one man one tree ( selama daur hidupnya pohon mampu menghasilkan 250 galon air ).
·         Konservasi lahan, pelestarian hutan dan daerah aliran sungai ( DAS ).
·         Pembangunan tempat penampungan air hujan seperti situ, embung, dan waduk sehingga airnya bisa dimanfaatkan saat musim kemarau.
·         Mencegah seminimal mungkin air hujan terbuang ke laut dengan membuat sumur resapan air atau lubang resapan Biopori.
·         Mengurangi pencemaran air baik oleh limbah rumah tangga, industri, pertanian maupun pertambangan.

Pemilahan Sampah



Pemilahan Sampah?????????????????, Kunci Awal keberhasilan sekolah peduli dan  Berwawasan Lingkungan
Oleh: Dwi Kurniati, S.Pd
http://palugreenandclean.web.id/wp-content/uploads/2011/05/pilah_sampah_1-300x200.jpg
Salah satu sasaran utama dalam pengelolaan sampah di Indonesia adalah pengurangan timbulan sampah. Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) sebagai program nasional sanitasi Indonesia menargetkan pengurangan sebesar 20 persen atas timbulan sampah di akhir tahun 2014. Sasaran pengurangan itu terutama ditujukan di tingkat rumah tangga melalui penerapan upaya 3R (reduce, reuse, recycle).
Pemilahan sampah merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap rumah tangga sebagai kunci awal kegiatan 3R. Secara umum, pemilahan dapat dilakukan berdasarkan jenis sampahnya, yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik di antaranya adalah sampah sisa makanan, sayur mayur serta sampah yang mudah membusuk lainnya. Sedangkan sampah anorganik pada umumnya terdiri atas plastik, botol kaca, kaleng dan semacamnya.
Untuk dapat memulai kegiatan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, pemilahan sampah plastik dapat menjadi pilihan. Salah satu keuntungan dari pemilahan sampah plastik adalah tidak timbulnya permasalahan dengan bau serta relatif rendahnya potensi penyebaran penyakit apabila penyimpanan dilakukan di dalam rumah.
Statistik Persampahan Domestik Indonesi tahun 2008 yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup menyebutkan bahwa sampah plastik menyumbang 14 persen (berat) terhadap total timbulan sampah domestik di Indonesia. Potensi pemanfaatan kembali sampah plastik inilah yang perlu ditingkatkan melalui kegiatan pemilahan sampah plastik di rumah tangga.
Kunci utama keberhasilan pemilahan sampah adalah kesadaran untuk melakukan pemilahan. Kesadaran ini diperlukan mengingat bahwa faktor penghambat kegiatan pemilahan ini dari sisi teknologi dan biaya relatif sangat rendah. Hampir semua anggota keluarga dapat melakukan kegiatan pemilahan, mulai dari orang tua, anak sampai ke pembantu rumah tangga.
Untuk memulai kegiatan pemilahan sampah plastik, setiap keluarga dapat menyiapkan wadah (dapat berupa kantong besar maupun jenis wadah lainnya) yang digunakan untuk menyimpan sampah plastik. Setiap sampah plastik yang dihasilkan oleh masing-masing anggota keluarga langsung dikumpulkan di wadah tersebut oleh yang bersangkutan. Untuk menghindari sampah yang terkumpul tersebut diambil oleh pemulung, maka wadah pengumpulan dapat diletakkan di dalam rumah atau di dalam wilayah yang masuk dalam pagar rumah (misalnya di pekarangan belakang maupun di dapur). Dalam periode tertentu sampah plastik yang telah terkumpul dapat dijual ke pengepul terdekat ataupun ke pemulung.
Selanjutnya, untuk mengelola sampah plastik yang telah terkumpul di masing-masing rumah tangga dapat dibentuk “Bank Sampah” yang dikelola oleh masyarakat sekitar. Bank sampah tersebut dapat mengelola sampah plastik yang diterima dari rumah tangga sekitarnya dengan cara menjualnya langsung ke pengepul maupun dapat dilakukan pengolahan terlebih dahulu.
Terdapat beragam cerita keberhasilan kegiatan pemilahan sampah plastik di rumah tangga di Indonesia. Selanjutnya adalah kesadaran serta kemauan kita untuk sedikit meluangkan waktu dan tenaga melakukan pemilahan sampah di samping tentunya mengurangi sebanyak mungkin penggunaan sampah plastik sebagai bagian untuk menyelamatkan bumi dan berkontribusi dalam pengurangan  timbulan sampah sebagaimana sasaran pengelolaan sampah nasional.

Hari Bumi



HARI BUMI
Oleh: Dwi kurniati
Hari Bumi atau Earth Day yang selalu diperingati tanggal 22 April pada setiap tahunnya di selenggarakan pertama kali pada tanggal 22 April 1970 di Amerika Serikat. Penggagas Earth Day bernama Gaylord Nelson, senator Amerika Serikat dari Wisconsin yang juga seorang pengajar lingkungan hidup.
http://4.bp.blogspot.com/-HbLDbvnTCXc/T5N6LoQWr2I/AAAAAAAAIBA/fYLKRLqIW4Q/s200/hari+bumi.jpeg

Sementara, gagasan tentang peringatan Hari Bumi mulai disampaikan oleh Gaylord Nelson sejak tahun 1969. Saat itu Gaylord Nelson memandang perlunya isu - isu lingkungan hidup untuk masuk dalam kurikulum resmi perguruan tinggi. Gagasan ini kemudian mendapat dukungan luas.

Dukungan ini mencapai puncaknya pada tanggal 22 April 1970. Saat itu sejarah mencatat jutaan orang turun ke jalan, berdemonstrasi dan memadati Fifth Avenue di New York untuk mengecam para perusak bumi. Majalah TIME memperkirakan bahwa sekitar 20 juta manusia turun ke jalan pada 22 April 1970.
http://4.bp.blogspot.com/-P-9X-g0Vi60/T5N7CRq38uI/AAAAAAAAIBI/biBoLGm5c3k/s320/gaylord+Nelson.jpg
Gaylord Nelson, pencetus Hari Bumi
Moment ini kemudian menjadi tonggak sejarah diperingatinya sebagai Hari Bumi yang pertama kali. Tanggal 22 April juga bertepatan dengan musim semi di Northern Hemisphere ( belahan bumi utara ) sekaligus musim gugur di belahan bumi selatan. Sejak itu, pada tanggal 22 April setiap tahunnya Hari Bumi ( Earth Day ) diperingati.

Sejarah mencatat, Hari Bumi merupakan kampanye untuk mengajak orang peduli terhadap lingkungan hidup. Gerakan untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali manusia ini yaitu bumi. Hari Bumi telah menjadi sebuah gerakan global yang mendunia hingga kini. Pelaksanaannya di seluruh dunia dikordinasi oleh Earth Day Network’s, sebuah organisasi nirlaba beranggotakan berbagai LSM di seluruh dunia.

PBB sendiri memilih tanggal 20 Maret saat di mana matahari tepat diatas khatulistiwa sebagai peringatan Hari Bumi. Ini mengacu pada ide “hari bagi orang - orang Bumi” yang dicetuskan aktivis perdamaian John McConnell. Hari yang lebih dikenal sebagai “Hari Bumi Equinoks” ini diperingati PBB setiap tahunnya sejak 21 Maret 1971. Namun PBB juga mengakui tanggal 22 April sebagai hari bumi yang dilaksanakan secara global. PBB secara resmi merayakannya 22 April sebagai “International Mother Earth Day“.
Menurut berbagai analisis ledakan ini muncul karena bergabungnya generasi pemrotes tahun 60 - an ( sebagian terbesar adalah pelajar, mahasiswa, sarjana ) yang terkenal sebagai motor gerakan anti - perang, pembela hak - hak sipil yang radikal. Sebuah perkimpoian antara pemberontakan 60 - an dan kesadaran lingkungan tahun 60 - an.

Hari Bumi yang pertama ini di Amerika Serikat merupakan klimaks perjuangan gerakan lingkungan hidup tahun 60 - an untuk mendesak masuk isu lingkungan sebagai agenda tetap nasional. Kini peringatan Hari Bumi telah menjadi sebuah peristiwa global. Para pelaksana peringatan HARI BUMI menyatukan diri dalam jaringan global masyarakat sipil untuk Hari Bumi yakni EARTH DAY NETWORK yang berpusat di Seattle.

Hari Bumi di Cleveland 22 april 1970
Bila Hari Bumi ‘70 pertama paling tidak melibatkan 20 juta manusia di AS, Hari Bumi 1990 melibatkan 200 juta manusia di seluruh dunia, maka pada Hari Bumi 2000 diperkirakan terlibat 500 juta manusia di seluruh dunia dengan jargon “making history – making change